<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sisoblog</title>
	<atom:link href="http://sisoblog.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sisoblog.wordpress.com</link>
	<description>Just share litle story of people spirits . Do you?</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2009 16:17:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sisoblog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sisoblog</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sisoblog.wordpress.com/osd.xml" title="sisoblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sisoblog.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tarif Murah Semangatkan Usaha</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/29/tarif-murah-semangatkan-usaha/</link>
		<comments>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/29/tarif-murah-semangatkan-usaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 13:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sisoblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung tengah]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sisoblog.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Lagu Jablai (jarang dibelai)-nya Titiek Kamal terdengar. Apakah Artis cantik itu sedang konser di desa terpencil Desa Sripendowo, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah ini? Ah, tidak. Rupanya suara itu berasal dari telepon genggam di saku celana kolor Sukirman. Pria 43 tahun itu adalah perajin keripik pisang. Dia angkat itu telepon. Dia bercakap-cakap sebentar dengan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=102&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagu Jablai (jarang dibelai)-nya Titiek Kamal terdengar. Apakah Artis cantik itu sedang konser di desa terpencil Desa Sripendowo, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah ini? Ah, tidak. Rupanya suara itu berasal dari telepon genggam di saku celana kolor Sukirman. Pria 43 tahun itu adalah perajin keripik pisang.</p>
<p><span id="more-102"></span></p>
<p>Dia angkat itu telepon. Dia bercakap-cakap sebentar dengan orang entah di seberang mana. Lalu tersenyum lebar pada tiga anak buahnya yang juga masih keluarga. &#8220;Si Acoh pesan lima kilo.&#8221; katanya dengan bangga. Tiga pekerjanya pun menyambut gembira.</p>
<p>Mereka segera bergegas menyelesaikan pesanan keripik pisang yang masih menumpuk. Pesanan datang dari mana-mana. Ada yang dari Kalirejo, Gunung Sugih, Pringsewu, Metro, dan Bandar Jaya. Sedangkan Si Acoh, penelepon itu, dari Bandar Lampung. Dan, seperti Acoh pula, Kebanyakan pelanggan memesan lewat telepon.</p>
<p>Telepon genggam sangat menolong Sukirman. Industri keripiknya semakin cepat berkembang dengan kehadiran alat komunikasi itu. Dulu sebelum punya telepon genggam, dia merasa kesusahan memasarkan keripiknya. &#8220;Sekarang gampang banget, cuma pesan lewat telepon, langsung saya antar. Pelanggan saya kan dari mana saja, bahkan sampai lain kebupaten,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sebelum memanfaatkan telepon genggam, Sukirman harus menyambangi pelanggan satu demi satu untuk mendapatkan pesanan. Hal itu menghabiskan waktu dan membengkakkan biaya operasional. &#8220;Wah, bisa-bisa bangkrut kalau begini,&#8221; pikirnya. Maka, sejak dua tahun lalu dia membeli telepon genggam.</p>
<p>Telepon genggamlah pilihannya. Bukan telepon rumah. Karena telepon rumah belum ada di desanya yang terpencil. &#8220;Listrik saja baru masuk lima tahun lalu, kok,&#8221; tambahnya. Beruntungnya, sinyal beberapa operator selular telah menyentuh Desa Sripendowo itu.</p>
<p>Dia adalah pemakai jasa salah satu operator selular pascabayar. Saat itu Sukirman sering dipusingkan oleh biaya telepon yang mahal. &#8220;Bayangkan, dalam sebulan saya bisa habis dua ratus ribu buat nelpon saja,&#8221; keluhnya.  Tingginya harga pernelpon hampir saja membuat dia putuskan tidak akan memakai telepon lagi. Bahkan pernah, dua bulan dia matikan nomornya.</p>
<p>Namun, sekarang dia telah mengaktifkan kembali nomornya. &#8220;Karena pulsanya sudah murah, hehehe&#8230;&#8221; Senyumnya puas. Dengan biaya telpon murah, Sukirman dapat menyisihkan anggaran buat mengembangkan usahanya. Kini, industri rumah tangganya telah mampu berproduksi 20 kg keripik setiap hari. Murahnya tarif telepon telah membuat Sukirman bersemangat mengembangkan usahanya. Dia membayangkan suatu hari nanti dia akan menjadi penyuplai keripik pisang terbesar di Lampung.</p>
<p>Penurunan tarif pulsa tersebut mulai berlangsung sejak April 2008 berdasarkan keputusan pemerintah. Turunnya tarif telepon sangat melegakan Sukirman dan pengusaha industri rumah tangga lainnya. &#8220;Semoga biaya nelpon akan semakin murah lagi,&#8221; harapnya. Ada banyak industri keripik pisang laiknya Sukirman di Lampung ini, karena itu Lampung dikenal dengan jajanan keripik pisang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sisoblog.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sisoblog.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=102&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/29/tarif-murah-semangatkan-usaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/116f0d0f6532e648a6df6f5943b3a952?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">sisoblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenikmatan Kain Basah</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/23/kenikmatan-kain-basah/</link>
		<comments>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/23/kenikmatan-kain-basah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 10:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sisoblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepi]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sisoblog.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[SUNDARI menyirami bunga-bunga dengan sangat mesra. Slang air yang merambati tanah dan rerumputan dari samping rumah sampai ke tangannya pasrah dibelai lembut oleh jemari lentik perempuan manis berparas setengah dewi. Ia memandikan bunga-bunga dengan nyanyian hati. Dan menurut keyakinannya, bunga-bunga itu akan semakin cantik jika dipelihara dengan hati, dengan perasaan yang selalu bersenandung ria. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=98&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SUNDARI menyirami bunga-bunga dengan sangat mesra. Slang air yang merambati tanah dan rerumputan dari samping rumah sampai ke tangannya pasrah dibelai lembut oleh jemari lentik perempuan manis berparas setengah dewi. Ia memandikan bunga-bunga dengan nyanyian hati. Dan menurut keyakinannya, bunga-bunga itu akan semakin cantik jika dipelihara dengan hati, dengan perasaan yang selalu bersenandung ria.</p>
<p><span id="more-98"></span></p>
<p>Dalam kelarutannya dengan bunga-bunga, ia tak menyadari dari balik jendela ada sepasang mata yang mengawasi setiap gerak tubuhnya. Setiap kali Sundari menari dengan lemah gemulai menghibur para bunga, adegan itu direkam dalam-dalam oleh sepasang mata, dari balik jendela kaca.</p>
<p>&#8220;Na&#8230;nana&#8230;na&#8230;nan&#8230;indah.&#8221;</p>
<p>Tuan telah berangkat sejak tadi pagi. Setelah menghabiskan secangkir kopi kentalnya. Tepat pukul tujuh, ia tergesa-gesa menghidupkan mobil dan melesat pergi. Setelah itu sang nyonya menuju ke taman, bermain dengan para bunga. Selalu begitu, setiap hari. Laki-laki yang buru-buru pergi dan perempuan yang bersenandung untuk bunga. Hal itu juga yang membuat si pembantu betah. Dengan perginya tuan, maka ia akan lebih leluasa menikmati keindahan yang tercipta di halaman sana, dewi yang menari dengan bunga-bunga. Sedangkan tuan sendiri melihatnya, tak akan pernah menikmati. Karena peristiwa itu hanya terjadi dua jam saja dalam sehari. Di pagi hari.</p>
<p>Minah menghampiri nyonya sambil membawa sejambang air yang akan digunakannya untuk membasuh kaki istri tuannya itu. Kaki kanan yang terluka karena jatuh saat menari dengan bunga-bunga. Sundari tidak menyuruh Minah melakukan itu. Ia merasa sanggup untuk membasuh lukanya sendiri. Tapi, Minahlah yang meminta dengan paksa. Lagian itu hanya luka kecil, yang akan sembuh dengan sendirinya. Toh, kalau suami Sundari segera tahu maka suaminya yang akan membasuh luka, bukan Minah, yang telah dianggap adiknya sendiri daripada sebagai pembantu.</p>
<p>Sayang, suaminya telah barangkat kerja pagi hari dan akan pulang malam nanti. Sehingga Sundari hanya memperlihatkan sisa basuhan Minah pada suami tercinta.</p>
<p>Di kamar yang dingin, Minah sendiri membayangkan sesuatu yang membuatnya terbang. Kain basah dipegang dengan kedua tangannya erat-erat, tak akan ia lepaskan. Kemudian membasuhkan kain itu ke mukanya penuh gairah. Perlahan merebahkan badannya di ranjang tidur. Dengan pikiran yang masih melayang, Minah impikan suatu kenikmatan tiada terungkapkan.</p>
<p>***</p>
<p>SEPASANG mata tidak bergerak. Melarut dalam waktu, dalam udara, dan pada jendela kaca. Keasyikan tersendiri baginya dapat melihat keindahan yang tercipta di halaman depan. Sebuah drama musikal yang disajikan khusus untuk dirinya seorang. Kenikmatan tiada tara ia pandang, rasakan melalui fantasinya tatkala visualnya dipenuhi lenggak-lenggok tubuh indah dari perempuan setengah dewi. Wanita yang selalu bersenandung dan menari untuk para bunga.</p>
<p>&#8220;Oh, Nyonya jatuh lagi.&#8221; Minah menghambur keluar ketika ia tahu istri tuannya jatuh saat menari di halaman.</p>
<p>&#8220;Tidak apa-apa Minah, hanya terpeleset.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kaki Nyonya terluka, sebaiknya segera dibasuh. Biar saya bantu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak usah Minah. Biar aku basuh sendiri. Hanya luka kecil.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak Nyonya, tidak. Biar Minah yang membasuhnya. Mari Nyonya, saya basuh dengan kain dan air yang telah saya bawa.&#8221;</p>
<p>Sundari membiarkan Minah membasuh lukanya itu.</p>
<p>Malam yang dingin telah tiba. Sendiri di kamarnya. Minah memandangi jambangan yang berisi air dan kain yang sudah digunakannya untuk membasuh luka di kaki indah. Perlahan tangannya menggapai kain basah itu. Dipegang erat-erat takkan dilepas. Minah menyapukan kain ke mukanya dengan penuh gairah.</p>
<p>&#8220;Oh, dewi. Begitu indahnya dirimu.&#8221;</p>
<p>Minah bicara sendiri, sambil membayangkan suatu yang merangsang. Perlahan merebahkan badannya di ranjang, ia impikan kenikmatan yang tak terungkap.</p>
<p>Setelah tuan berangkat kerja. Suasana telah kembali seperti harapan Minah. Nyonya bercanda lagi dengan bunga-bunga. Dan ia dapat menikmati keindahan yang tercipta dari balik jendela kaca.</p>
<p>&#8220;Oh, Nyonya. Engkau memang cantik.&#8221; Minah berbisik pada dirinya sendiri.</p>
<p>Sang nyonya terus membelai dan memandikan para bunga. Lalu bersenandung dan menari penuh keriangan serta kemanjaan, untuk bunga-bunga yang sangat dicintainya.</p>
<p>&#8220;Ah, tarian yang indah.&#8221;</p>
<p>Minah di balik jendela kaca. Nafasnya nyangkut di kaca, membuatnya buram. Mengelapnya. Kemudian merekam dalam-dalam tiap adegan.</p>
<p>Seperti yang telah direncanakan Minah. nyonya jatuh lagi ketika menari untuk bunga-bunga. Di dekat bunga tulip, telah dibuat oleh Minah rerumputan yang licin. Sehingga saat-saat perempuan setengah dewi itu memutar-mutar tubuh indahnya di dekat si tulip, ia akan terpeleset, jatuh. Dan kaki jenjang akan terluka.</p>
<p>&#8220;Oh, Nyonya. Engkau jatuh lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tak apa Minah, terpeleset saja.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi&#8230;kaki Nyonya terluka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tak apa Minah, hanya luka kecil.&#8221;</p>
<p>Nyonya berhenti sebentar. Ia meniup-niup luka di kakinya.</p>
<p>&#8220;Entah kenapa? Aku selalu jatuh ketika menari di dekat tulip, Sayang.&#8221;</p>
<p>Si pembantu kelabakan. Akankah ia katakan terus terang atau akan memendam rahasia itu selamanya?</p>
<p>&#8220;Nyonya hanya kurang hati-hati. Mari Nyonya, biar Minah basuh dengan kain dan air yang saya bawa.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kamu baik sekali Minah. Tapi tidak usah, aku dapat melakukan itu sendiri.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak Nyonya, tidak. Biar saya yang melakukannya.&#8221;</p>
<p>Wanita cantik itu hanya bisa menuruti permintaan Minah.</p>
<p>&#8220;Apa ada yang salah dengan rerumputan ini Minah? Sehingga aku selalu terpelesat.&#8221;</p>
<p>Minah terperangah kerena pertanyaan sang majikan. Ia diam beberapa lama untuk merumuskan diri. lalu menjawab dengan nada dibuat-buat.</p>
<p>&#8220;Ah, Nyonya. Tak ada yang salah dengan rumput itu. Nyonya cuma kurang hati-hati.&#8221;</p>
<p>Sang nyonya manggut-manggut.</p>
<p>Malam pun menjelma. Udara berembun, hawa dingin telah membekukan penghuni rumah. Sang dewi telah jauh terlelap di kamarnya bersama tuan. Hanya Minah yang masih terjaga, seperti pungguk di dahan angsana, pandangi cahaya temaram. Merindukan kisah hangat yang dirangkai sekian lama. Hanya saja, pikirnya, rembulan tak akan pernah tahu apa yang dirindukan.</p>
<p>Perlahan Minah mengambil kain yang direndam di jambangan, yang telah ada bekas kaki pujaannya. Kedua tangan memegang penuh mesra, mengelapkan ke mukanya dengan gairah yang ada. lalu merebahkan badan bulatnya ke ranjang.</p>
<p>&#8220;Oh, nyonya. Aku mencintaimu,&#8221; Minah berbisik pada kain basah. Fantasi yang dibangunnya secara tak sadar membuatnya menggeliat menikmati.</p>
<p>&#8220;Minah, apa yang kaulakukan?&#8221; Tiba-tiba nyonya telah berdiri di depan pintu. Terkejut dengan keadaan pembantunya.</p>
<p>Minah terperanjat. Rasa tak percaya, malu bercampur baur dengan udara dingin.</p>
<p>&#8220;Em&#8230;Nyonya, anu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang kamu lakukan Minah? Seperti orang terangsang saja.&#8221;</p>
<p>Yang ditanya kelimpungan. Akankah ia katakan sejujurnya atau memendamnya saja?</p>
<p>&#8220;Tidak nyonya, tidak. Saya cuma merasa badan ini pegal-pegal.&#8221;</p>
<p>Ia menarik napas sebentar.</p>
<p>&#8220;Kenapa nyonya kemari, apa ada yang bisa saya bantu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak ada. Aku terbangun karena seperti ada yang menggelitikku dalam mimpi. Lalu ke dapur. Tapi, tak sengaja melihat pintu kamarmu terbuka. Apa kau belum tidur?&#8221;</p>
<p>&#8220;Belum, tidak bisa tidur.&#8221;</p>
<p>Perempuan setengah dewi tersenyum mendengar jawaban perempuan di depannya, yang lebih dianggapnya sebagai adik daripada sebagai pembantu.</p>
<p>&#8220;Ya sudah, kalau begitu aku tinggal ya? Jangan lupa menutup pintu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, ya. Kalau kamu sakit, jangan diam saja. Bilang padaku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baik Nyonya,&#8221; Minah menghembus napas lega.</p>
<p>Cerpen ini Terbit di Lampung Post edisi Minggu, 2 April 2006</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sisoblog.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sisoblog.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=98&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/23/kenikmatan-kain-basah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/116f0d0f6532e648a6df6f5943b3a952?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">sisoblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bandar Lampung Kebanjiran</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/19/bandar-lampung-kebanjiran/</link>
		<comments>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/19/bandar-lampung-kebanjiran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 03:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sisoblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedih]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaton]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Karang]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Betung]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>
		<category><![CDATA[Watala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sisoblog.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Jumat malam, 18 Desember 2008, sekitar pukul delapan malam, pesan pendek mampir di handphone. Bunyinya mengagetkan, &#8220;Bandar Lampung kebanjiran. Sekretariat Watala terendam hingga gentengnya.&#8221;  Informasi lain datang dengan nada yang sama. &#8220;Di Cimeng, Teluk, lebih parah!&#8221; Aku tak bisa membayangkan apa yang dimaksud lebih parah. Yang jelas beberapa titik di Bandar Lampung ada yang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=87&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_88" class="wp-caption alignleft" style="width: 233px"><a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008121901102611" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-88" title="untitled-1" src="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/12/untitled-1.jpg?w=223&#038;h=300" alt="untitled-1" width="223" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Lampung Post, 19 Des 2008</p></div>
<p>Jumat malam, 18 Desember 2008, sekitar pukul delapan malam, pesan pendek mampir di <em>handphone. </em>Bunyinya mengagetkan, &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bandar_Lampung" target="_blank">Bandar Lampung</a> kebanjiran. Sekretariat <a href="http://www.watala.org/" target="_blank">Watala</a> terendam hingga gentengnya.&#8221;  Informasi lain datang dengan nada yang sama.</p>
<p>&#8220;Di Cimeng, Teluk, lebih parah!&#8221; Aku tak bisa membayangkan apa yang dimaksud lebih parah. Yang jelas beberapa titik di Bandar Lampung ada yang lebih rendah dari <em>lanscape </em>tanah Sekretariat Watala.  <a href="http://72.14.235.132/search?q=cache:DRLA00HDh_0J:www.litbang.depkes.go.id/dirlemlit/28.doc+Rumah+Sakit+Abdul+Moeloek&amp;hl=en&amp;ct=clnk&amp;cd=2&amp;gl=id" target="_blank">Rumah Sakit Abdul Moeloek</a> juga terendam.</p>
<p>Paginya aku baca beritanya di <a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008121901102611" target="_blank">Lampung Post</a>. Koran tersebut bicara,  Tanjung Karang Pusat, Tangjung Karang Timur, Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Barat, Kotakarang, Panjang, dan Kedaton terendam dengan ketinggian genangan berbeda-beda. Air bandang menyerang kota setelah hujan tida henti sejak siang hingga malam.</p>
<p>Aku gak bisa berkata apa-apa lagi. Jika Anda ingin berkomentar silakan&#8230;&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sisoblog.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sisoblog.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=87&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/19/bandar-lampung-kebanjiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/116f0d0f6532e648a6df6f5943b3a952?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">sisoblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/12/untitled-1.jpg?w=223" medium="image">
			<media:title type="html">untitled-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harapan pada Bupati Lamteng</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/harapan-pada-bupati-lamteng/</link>
		<comments>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/harapan-pada-bupati-lamteng/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 11:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sisoblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Lampung tengah]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertambangan]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sisoblog.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[MUDIYANTO Thoyib, Bupati Lampung Tengah yang baru menggantikan Andy Achmad Sampurna Jaya&#8211;lantaran Andy Achmad mengundurkan diri&#8211;membawa janji baru. Meski secara garis besar janji itu tidak berbeda dengan program kerja ketika mereka berduet, tetapi ada beberapa kebijakan yang perlu diubah. Salah satunya, kata Mudiyanto, kebijakan program pembangunan pertanian dan perdesaan (Lampung Post, 29 Juni 2008). Jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=80&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008062910482411" target="_blank">MUDIYANTO Thoyib</a>, Bupati <a href="http://www.lampungtengah.go.id/" target="_blank">Lampung Tengah</a> yang baru menggantikan <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/andy-achmad-sj/index.shtml" target="_blank">Andy Achmad Sampurna Jaya</a>&#8211;lantaran Andy Achmad mengundurkan diri&#8211;membawa janji baru. Meski secara garis besar janji itu tidak berbeda dengan program kerja ketika mereka berduet, tetapi ada beberapa kebijakan yang perlu diubah. Salah satunya, kata Mudiyanto, kebijakan program pembangunan pertanian dan perdesaan (Lampung Post, 29 Juni 2008).</p>
<p><span id="more-80"></span></p>
<p>Jika dulu program pembangunan lebih diarahkan pada membangun daerah perkotaan dibanding perdesaan, dengan persentase 70%:30%, kini angka itu dibalik, 70% dipusatkan membangun pertanian dan pedesaan, sisanya untuk perkotaan.</p>
<p>Jika benar, itu akan mendapat apresiasi tinggi dan dukungan sangat luas. Sebagian besar masyarakat Jurai Siwo berada di perdesaan dan tercekik kemiskinan menahun, lantaran usaha pertanian yang tidak menguntungkan. Ini karena pengelolaan yang kurang tepat.</p>
<p>Tulisan ini mencoba menggambarkan peluang dan harapan sejauh mana program itu berjalan.</p>
<p>Daerah Pertanian</p>
<p>Bahwa pertanian menjadi perhatian utama adalah tepat. Mengingat komoditas tersebut penyumbang terbesar pendapatan <a href="http://bps1904bangkatengah.web.id/kamus/pdrb.htm" target="_blank">domestik regional bruto</a> (PDRB) kabupaten ini. Menurut data Badan Pusat Statistik Kabupaten Lampung Tengah (14 Agustus 2007), tahun 2005 pertanian menyumbang lebih dari 48%. Jauh meninggalkan sektor industri, perdagangan, jasa, dan pertambangan.</p>
<p>Memang, dari sektor pertanian, perkebunan yang lebih dominan. Perkebunan kelapa sawit dikuasai BUMN, hanya sebagian kecil milik perkebunan rakyat. Juga ada perkebunan tebu dan nanas milik swasta yang bergerak dalam agroindustri gula dan nanas kaleng.</p>
<p>Kakao milik rakyat menyebar di beberapa wilayah kecamatan, seperti Kalirejo, Bangunrejo, dan Sendang Agung, yang mencapai luas 3.000-an hektare. Sedangkan tanaman pangan unggulan seperti jagung dan kacang tanah merupakan komoditas sekunder.</p>
<p>Tahun 2005, daerah ini menghasilkan 284.460 ton jagung dan 2.922 ton kacang tanah. Bersama dengan <a href="www.tanggamus.go.id/" target="_blank">Tanggamus</a>, <a href="www.lampungtimurkab.go.id/" target="_blank">Lampung Timur</a>, dan <a href="www.lampungselatankab.go.id/" target="_blank">Lampung Selatan</a>, kabupaten ini merupakan pilar penghasil padi untuk ketahanan pangan. Namun, panenan padi itu tidak menjadi komoditas utama.</p>
<p>Dari secuil gambaran tersebut, jelaslah kabupaten yang beribu kota Gunungsugih ini adalah daerah pertanian. Dengan luas wilayah administratif 4.789,82 km2, kurang lebih 80% merupakan daerah pertanian.</p>
<p>Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian mencapai 79,08%. Di sektor perdagangan 6,35 %, industri pengolahan 6,34%, sisanya di bidang jasa, dan lain-lain. Dan, kebanyakan tinggal di desa-desa yang tersebar di 286 kampung atau kelurahan.</p>
<p>Yang Terlupa</p>
<p>Didominasi pertanian dan perdesaan, seharusnya pembangunan diarahkan ke sana. Tetapi rupanya, <a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Infrastruktur" target="_blank">infrastruktur</a> pendukung di sana sangat kurang. Sejak dulu pemerintah lebih terobsesi meluaskan kota yang memang sedang menggeliat tumbuh. Seperti melupakan bahwa pertumbuhan daerah ini karena pertanian.</p>
<p>Oke, diakui Lampung Tengah mendapatkan penghargaan atas sukses dalam ketahanan pangan. Namun, hal itu tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Warga lebih banyak buntung daripada untung dalam usaha pertaniannya. Belum lagi akses transportasi dan segala kebutuhan hidup yang susah.</p>
<p>Jalur transportasi utama yang mendukung perekonomian rakyat rusak parah. Jalan yang masuk perkebunan Bekri berlubang di sana sini. Juga jalur angkutan perdesaan di banyak kecamatan. Selain membuat rugi secara ekonomi, juga bikin celaka banyak orang. Ongkos angkut komoditas pertanian akan berlipat ganda. Jika musim hujan jalanan menjadi becek dan licin. Jika kemarau akan berdebu. Ditambah lagi mahalnya bahan bakar.</p>
<p>Semakin tinggi biaya angkut akan menyebabkan semakin mahal harga komoditas di tingkat pedagang. Akibatnya daya beli konsumen menurun. Penderitaan yang ditanggung petani lebih parah. Karena mereka berperan ganda; produsen dan konsumen. Sebagai produsen, petani tidak mendapat keuntungan dari mahalnya biaya transportasi. Sebagai konsumen mereka makin tercekik.</p>
<p>Masih banyak desa teringgal. Jauh dari kota. Tidak tersedianya fasilitas umum seperti listrik, puskesmas dan lembaga-lembaga keuangan. Sebut saja kecamatan Way Pengubuan dan Way Seputih.</p>
<p>Sebenarnya sebagian besar kecamatan dan desa di kabupaten ini tidak jauh berbeda dengan dua kecamatan yang disebutkan sebelumnya. Meski Program PNPM telah masuk ke sana, tetapi semua itu seperti tiada artinya.</p>
<p>Harapan</p>
<p>Mungkin juga karena masyarakat sendiri yang sulit untuk mengembangkan diri. Bagaimana sebuah program <a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008011501063015" target="_blank">Beguai Jejamo Wawai</a> (BJW) yang telah dikemas begitu apik, mengucurkan belasan triliun rupiah, ternyata tidak begitu efektif. Keengganan masyarakat berperan aktif dalam program itu tentu menyulitkan jalan pemerintah.</p>
<p>Akan tetapi, masalah itu bersumber dari pemerintah pula. Pemerintah tidak bisa menerjemahkan program yang telah dibuat dengan aksi meyakinkan. Ingat, warga sudah lelah dengan janji-janji kosong. Sudah bosan dengan program yang selintas kelihatan begitu memihak kepada mereka, tetapi tak disangka-sangka bakal menyulitkan.</p>
<p>Banyak program digelontorkan. Dulu ada KUT, KUD, baru-baru ini PNPM dan BJW. Mungkin bila dilihat dari terlaksana atau tidaknya, jawabnya tentu terlaksana. Namun sejauh mana? Belum sempat sampai ke masyarakat desa yang benar-benar membutuhkannya, dananya berkurang di sana sini. Tentu masyarakat sangat berharap langkah nyata dari pemerintah. Program pembangunan pertanian dan perdesaan akan melepaskan mereka dari jeratan kemiskinan dan mudahnya akses kebutuhan hidup. Pun bergantung masyarakat itu sendiri. Apakah akan diam saja hingga jeratan itu benar-benar mencekik leher, ataukah ikut berperan aktif sehingga tujuan pengentasan kemiskinan tercapai. Agar harapan itu tidak sekadar harapan.</p>
<p>Opini ini juga terbit di <a href="http://lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2008070809295639" target="_blank">Lampung Post</a> edisi Selasa, 8 Juli 2008.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sisoblog.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sisoblog.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=80&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/harapan-pada-bupati-lamteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/116f0d0f6532e648a6df6f5943b3a952?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">sisoblog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku: Kaos Hitam Lagi Duduk</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/aku-kaos-hitam-lagi-duduk/</link>
		<comments>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/aku-kaos-hitam-lagi-duduk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 01:11:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sisoblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[teknokra]]></category>
		<category><![CDATA[teknokraunila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sisoblog.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=42&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_40" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/11/33891011859363m.jpg"><img class="size-full wp-image-40  " title="Saya memakai kaos hitam dan duduk" src="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/11/33891011859363m.jpg?w=406" alt="33891011859363m"   /></a><p class="wp-caption-text">Koleksi Persma Teknokra Unila tahun 2006, saat dua tamu Amerika berkunjung (berdiri kaos hitam) </p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sisoblog.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sisoblog.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=42&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/aku-kaos-hitam-lagi-duduk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/116f0d0f6532e648a6df6f5943b3a952?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">sisoblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/11/33891011859363m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Saya memakai kaos hitam dan duduk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Presiden yang Lebih Lama</title>
		<link>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/kader-yang-lebih-baik/</link>
		<comments>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/kader-yang-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2008 00:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sisoblog</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[darurat]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[jejak]]></category>
		<category><![CDATA[kader]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[megawati]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[normal]]></category>
		<category><![CDATA[orde]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[sipil]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[sun tzu]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sisoblog.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Tiga minggu yang lalu saya dan teman-teman ngobrolin jejak para presiden Indonesia tercinta. Ago van Denbosch, bukan bule sebenarnya dari Kurungan Nyawa,  melontarkan pertanyaan menggelitik, &#8220;kenapa sih, para presiden kita, orde-nya lebih lama yang jejaknya berasal dari militer?&#8221; Sebut saja Soeharto dan kini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih lama dibandingkan BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Soekarno [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=66&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_70" class="wp-caption alignleft" style="width: 96px"><img class="size-thumbnail wp-image-70" title="menwa-unila3" src="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/12/menwa-unila3.jpg?w=86&#038;h=96" alt="menwa-unila3" width="86" height="96" /><p class="wp-caption-text">seragam Menwa Unila</p></div>
<p>Tiga minggu yang lalu saya dan teman-teman ngobrolin jejak para presiden Indonesia tercinta. Ago van Denbosch, bukan <a href="http://www.indonesiamatters.com/1680/how-to-get-a-bule-man/" target="_blank">bule</a> sebenarnya dari Kurungan Nyawa,  melontarkan pertanyaan menggelitik, &#8220;kenapa sih, para presiden kita, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orde_Lama" target="_blank">orde</a>-nya lebih lama yang jejaknya berasal dari militer?&#8221;</p>
<p><span id="more-66"></span></p>
<p>Sebut saja <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soeharto" target="_blank">Soeharto</a> dan kini <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono" target="_blank">Susilo Bambang Yudhoyono</a> (SBY) lebih lama dibandingkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/BJ_Habibie" target="_blank">BJ Habibie</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid" target="_blank">Abdurrahman Wahid</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megawati_Soekarnoputri" target="_blank">Megawati Soekarno Putri</a>. Sedangkan <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/soekarno/index.shtml" target="_blank">Soekarno</a> sebagai presiden pertama masih lebih lama dari pada SBY.</p>
<p>Saya coba meraba jawabannya dengan pengetahuan pas-pasan. Saya pikir presiden Indonesia, (dalam kasus ini tokoh-tokoh yang disebutkan), lebih mampu mengendalikan keadaan. Mereka mempunyai dasar yang bagus selama pelatihan di militer menguasai medan (dalam kondisi normal maupun darurat).</p>
<p>Ah, jawaban saya mungkin terlalu luas dan absurd. Karena saya teringat dalam ilmu-ilmu <a href="http://leadership-id.blogspot.com/2005/12/belajar-memimpin.html" target="_blank">manejemen</a> yang dibutuhkan seorang pemimpin salah satunya ya harus cepat tanggap terhadap situasi apapun. Di <a href="http://www.gatra.com/2004-07-29/artikel.php?id=42153" target="_blank">Sun Tzu</a> juga gitu. Kalau kamu gimana? Ungkapin saja disini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sisoblog.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sisoblog.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sisoblog.wordpress.com&amp;blog=5666499&amp;post=66&amp;subd=sisoblog&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sisoblog.wordpress.com/2008/12/17/kader-yang-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/116f0d0f6532e648a6df6f5943b3a952?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">sisoblog</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sisoblog.files.wordpress.com/2008/12/menwa-unila3.jpg?w=86" medium="image">
			<media:title type="html">menwa-unila3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
